Konvergensi Media dan
Nomophobia
Haloww pakabar readersss? ✋
kalian sering denger nggak
si kalimat “generasi menunduk” ?? kadang bingung sama kalimat ini tapi ada
benernya juga sih..
Menurutku generasi sekarang ini jadi menunduk karena dampak dari konvergensi media, dimana konvergensi media merupakan sebuah fenomena bergabungnya berbagai media, yang sebelumnya dianggap berbeda misalnya televisi, radio, koran, dan komputer menjadi satu ke dalam sebuah media yaitu smartphone, yang tentunya dibarengi dengan jaringan internet. Saya mengalaminya sendiri, saya mulai menjadi generasi menunduk sejak SMA, karena ketika SMA di sekolahku tidak dilarang membawa smartphone sehingga setiap kali ada waktu luang, smartphone menjadi kawan bergabut ria. Kemudian masuk ke dunia kampus aku menjadi generasi menunduk yang berkelanjutan. Smartphone nggak cuman jadi kawan tapi naik level jadi teman hidup. Kemana aja, dimana aja, ngapain aja, sama siapa aja smartphone always by my side.
Nggak sampai disitu aja, ada dampak yang lebih luas dari konvergensi media yaitu memunculkan phobia atau penyakit baru yaitu nomophobia. Phobia ini menjadikan seseorang mengklaim bahwa “smartphone adalah aku” dan menimbulkan smartphone separation anxiety atau merasa cemas ketika berjauhan dengan smartphone, karena pengguna merasa smartphone adalah aktualisasi diri mereka hal tersebut terjadi karena smartphone menyediakan semua hal yang kita butuhkan dengan jaringan internet.
Pernah ngga sih kalian merasa gelisah ketika smartphone kalian mati padahal ngga ada hal penting atau menarik yang perlu dikhawatirkan saat itu?? kadang saya merasakan gejala nomophobia pada diri saya, karena aktivitas sehari-hari mengandalkan smartphone. Kebiasaan baru bangun tidur auto cek smartphone, kemudian melihat jadwal kuliah, memilih membaca berita di portal berita daring daripada berita dari media cetak, lebih senang mengirim pesan melalui whatsapp karena banyak fitur menarik daripada mengirim surel, mencari informasi melalui platform-platform dibandingkan bertanya dengan teman, membayar tagihan dengan e-money karena lebih banyak diskon, membeli tiket pesawat melalui aplikasi daripada harus pergi ke bandara, membeli makan dan barang-barang yang diperlukan tanpa harus datang langsung ketempat penjualan, mencari hiburan dengan menonton acara televisi di smartphonedaripada datang ke panggung acara pertunjukkan. Hal-hal tersebut mengubah pola interaksi pada kehidupan saya karena saya maupun lawan bicara saya, merubah esensi dari komuniksi dua arah, kawan-kawan saya dan saya sendiri merasa seperti memanusiakan smartphone dengan lebih suka bermain smartphonedibandingkan mengobrol secara interaktif kecuali kalo lagi gibah wgwg 😅
eiyy tapi… konvergensi media memiliki manfaat yang sangat besar, mulai dari efisiensi untuk mempermudah pekerjaan, meningkatkan peradaban, media belajar yang mudah dll. ada kutipan sederhana dari Mignon McLaughlin untuk menghadapi konvergensi media yaitu “orang yang paling tidak bahagia adalah orang yang paling takut pada perubahan”. Jadi kaum milenial semua mari hadapi perubahan konvergensi media dengan memanfaatkannya secara bijaksana jangan sampai mengurangi kualitas kehidupan sehari-hari.Sekian, semoga tulisan ini bermanfaat dan dapat menambah wawasan kalian,
see you at the next post on my blog ❤ !!

Komentar
Posting Komentar