Online Journalism and Civic Life
![]() |
| www.oreilly.com |
Happy
sundayyy guys!!! ✋✋
Walaupun
sebetulnya everyday is Monday 😌
First, I
want to ask u about something, Penasaran nggak si kalian kenapa ada orang kayak
aku?? sekarang banyak orang bikin blog pribadi tapi isinya informasi publik ?
yak jadi dikesempatan minggu terakhir bulan maret ini, aku bakal give some
information ke kalian tentang online journalism dan civic journalism yang tentunya ada
kaitannya dengan kamu-kamu semua netizen yang mulai berbudiman.
Jadi
gini.. pers sebagai lembaga sosial dan penyanggah demokrasi keempat, media yang
mempunyai fungsi untuk mengontrol perilaku kekuasaan politik penguasa dan kuasa
ekonomi pengusaha. Pers sebelum berkembang menjadi media seperti sekarang ini,
telah mengalamai beberapa fase perkembangan berkaitan dengan ruang publik atau public
sphere sebagai wajah demokrasi
masyarakat.
Sebelum
masuk dalam civic journalism atau
orang-orang kayak aku gini, mari kita membahas tentang jurnalisme tradisional
sebagai selayang pandang munculnya public journalism dan civic
journalism pada online jurnalism. Konon dulu isi media dan realitas
media tidak sesuai dengan realitas
sosial namun berupa kontruksi dan bentukan para pekerja media. Hal tersebut
menunjukkan konten pemberitaan berita
jauh dari kepentingan masyarakat. Selain itu media dirasa seperti jurnalisme
elitis sehingga masyarakat tidak memiliki ruang untuk mengemukakan agenda
mereka. Nah.. Kinerja pers yang seperti ini menimbulkan sinisme masyarakat terhadap
kehidupan publik.
Jurnalisme
pubik kemudian muncul sebagai representasi masyarakat yang semakin kompleks
dengan ketidaknyamanan yang ada pada jurnalisme tradisional dan menuntut adanya
demokrasi deliberatif. Jurnalisme publik ini bertujuan untuk membuat masyarakat
menjadi lebih proaktif nggak gabut lagi dan media dapat berfungsi sebagai
katalisator dengan memberi ruang diskusi kepada publik terkait pemberitaan atau
informasi yang ada. Bahkan pada jurnalisme partisipatif masyarakat dapat
mengirim info yang mereka dapatkan untuk dijadikan informasi oleh media. Lewat model jurnalisme ini diharapkan mampu
merubah sikap apatis masyarakat menjadi lebih partisipatif dalam kehidupan
bernegara dan mewujudkan demokrasi deliberatif.
Memasuki
abad ke 21, dengan perkembangan teknologi yang sangat pesat dan didukung
internet yang menjadi lokomotif dari peradaban masa kini, munculah jurnalisme
warga atau civic journalism sebagai
revolusi komunikasi. Hal tersebut ditandai dengan hadirnya personal blog,
komunitas blog, pemberitaan mulai beralih dari wartawan professional kepada
orang biasa. Hal ini memungkinkan berlangsungnya pertukaran pandangan yang
lebih spontan lebih interakif dan luas daripada media massa konvensional. Selain
itu online journalism ini diharapkan menjadi ajang demokrasi melalui
partisipasi warga dalam mempengaruhi kebijakan publik.
Hal-
hal tersebut juga menimbulkan beberapa dampak negative terkait dengan peran
jurnalisme yaitu satu maraknya jurnalisme opini dan rumor yang merusak
kredibiltas jurnalistik karena minimnya self control dan tidak adanyanya
“gate keeper”. Kedua rendahnya
standar etika jurnalisme dan lebih mengedapkan sensasional. Ketiga
banyaknya pelanggaran privasi public, kelima
kerancuan nilai berita dan kelayakan berita.
Di
Indonesia ada beberapa perusahaan media massa berita membuat blog sebagai
bentuk konvergensi ke dalam journalism onine seperti koran kompas yang membuat
sebuah blog www.kompasnia.com selain itu adapula https://blog.liputan6.com yang
dikembangkan oleh jurnalisme Surya Citra Televisi
Terlebih
lagi dengan adanya konvergensi media smartphone pengakusisian media informasi menjadi milik
pribadi semakin marak. Masyarakat berlomba-lomba menciptakan personal branding
untuk mendapatkan label kredibilitas pada akun pribadinya. Banyak fenomena-fenomena besar mendapat
perhatian publik yang muncul dari akun media sosial pribadi. Misalnya pada
platform media youtube terdapat channel Youtube yaitu Ytcrash dimana channel
tersebut mencoba untuk menjadi media berita jenis feature, dengan lebih dari 5
juta subcribers hal tersebut menunjukkan bagaimana publik dapat
memberikan informasi kepada publik lainnya dengan mudah, cepat secara masif.
Kemudian
kecepatan penyebaran informasi melalui online journalism juga
mempercepat respon publik pada public sphere. Bahkan banyak media berita swasta di Indonesia
yang mengutip dari berita-berita mainstream, misalnya saja akun Instagram
@lambeturah yang menurut ku awal kemunculannya adalah blog
pribadi dan berkembang menjadi sebuah akun yang menginformasikan banyak
kejadian tidak hanya berita tentang hiburan atau gosip artis saja namun juga hard
news dan “seperti” memiliki pelabelan terpercaya terlihat dari banyaknya
komentar dan followers akun
tersebut bahkan beberapa kali postingannya dikutip oleh media berita resmi. Hal-hal diatas menunjukkan bahwa online
journalism tidak hanya menjadi ruang publik namun juga menciptakan ruang publik
baru yang partisipatif walau kadang mengaburkan batasan-batasan journalism.
Sebetulnya
sih banyak sisi baik dari online journalism untuk jurnalis
professional dan netizen yaitu para jurnalis dapat memanfaatkan public
journalism melalui online journalism tersebut sebagai alternatif
dalam mengelola informasi dan mengkontruksi realitas sosial menjadi realitas
media. Sementara peran civic journalism yang interkoneksitas tetap
diperhitungkan dengan memberikan andil positif bagi ruang hidup yang
demokratis.
Jadi
mari budayakan think before post di public sphere maupun di blog pribadi kalian sebagai wujud
demokratis dengan menyampaikan informasi-informasi yang baik, owkayy??
Sekian, semoga bermanfaat yaaaak, see u at the next post on my blog !! 💛

Komentar
Posting Komentar